INFO & NEWS Humaniora

Hikayat Amir Hamzah: Jejak dan Pengaruhnya dalam Kesusastraan Nusantara
Oleh: Kun Zachrun Istanti,Dra., S.U
Artikel di Jurnal Humaniora Volume XIII, No. 1/2001
Abstrak:
Dalam karya sastra masa lampau bangsa Indonesia, diantaranya karya sastra Melayu klasik, tergambar identitas bangsa pada masanya. Karya sastra lama itu menginformasikan kepada pembaca tentang pikiran, adat istiadat, kepercayaan, keadaan sosial masyarakat, kepribadian individu, hubungan antar individu, dan sistem nilai yang berlaku di dalam masyarakat pendukungnya pada masanya. Berita tentang hasil budaya bangsa Indonesia pada masa lampau yang terungkap dalam sastra lama dapat dibca pada peninggalan yang berupa tulisan yaitu naskah (Panuti-Sudjiman, 1984: 46)

Agama Islam masuk ke kawasan Melayu pada khususnya dan Nusantara pada umumnya melalui Gujarat, India (Graaf, 1949: 73). Bersamaan dengan masuknya agama Islam di Melayu, masuk pula kebudayaan, kesusastraan, dan bahasa Arab dan Persi. Masuknya bahasa Arab ke Melayu diikuti pula dengan masuknya tulisan dan kosakata Arab. Masuknya kata-kata Arab dalam bahasa Melayu sebagian besar melalui proses asimilasi dan adaptasi fonemis dan morfemis. Pengaruh Persi dalam bahasa Melayu melalui bahasa Hindustan (Morrison, 1955: 52).

Dalam kesusastraan Melayu klasik, terdapat sejumlah cerita yang dapat dikategorikan sebagai cerita pahlawan Islam, misalnya Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Amir Hamzah (selanjutnya disingkat HAH) dan Hikayat Muhammad Hanafiyyah (Winstedt, 1940: 63-68, Iskandar, 1995:127-148). Ketiga hikayat itu mempunyai struktur asasi sebuah hikayat Melayu sebagai berikut (Brakel, 1975: 76-77): tergolong sebagai karya sastra yang ditulis dalam huruf Jawi (huruf Arab, bahasa Melayu); pengarang tidak diketahui (anonim); menceritakan kisah-kisah yang menakjubkan; disalin dari satu naskah ke naskah lain; sewaktu menyalin si penyalin bebas mengubah, menambah, dan mengurangi hal-hal yang dianggapnya perlu. Ketiga hikayat itu dikategorikan sebagai hikayat pahlawan Islam karena berisi perjuangan tokoh utama yang mencurahkan hidupnya untuk menegakkan Islam (artinya ia turut serta dalam menyebarkan, menjaga, mempertahankan, dan membela agama Islam) (Dipodjojo, 1981: 122).

Tulisan ini mengemukakan jejak dan pengaruh HAH, salah satu cerita pahlawan Islam dalam kesusasteraan Melayu klasik, dalam dunia sastra Nusantara.

Kata Kunci:
Klasik, Melayu, Arab, Amir Hamzah
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Telp : 0274-513096 Fax : 0274-550451
E-mail : fib@ugm.ac.id